Posts filed under: ‘Review Jurnal‘
Perjalanan E-Commerce di Indonesia
Beberapa ramalan mengatakan, jika anda saat ini memiliki perusahaan dengan omzet millyaran rupiah tidak masuk dalam e-commerce, dalam waktu sepuluh tahun mendatang perusahaan anda akan jatuh dan gulung tikar. Dari ramalan ini dapat dibayangkan seberapa besar pasar web di dunia. Jurnal ekonomi bisnis juga mengatakan pertumbuhan konsumen dan toko online selalu tumbuh pesat pertahunnya. Tapi perkembangan ini tidak diikuti oleh Indonesia, terbukti dari data APJII, hanya 43 situs saja yang aktif dalam memberikan jasa.
Sebenarnya tidak ada hubungannya antara jumlah pemakai dan pelanggan internet di suatu negara dengan kemampuan perusahaan yang eksis dalam e-commerce. Begitu sebuah perusahaan masuk dalam e-commerce, marketnya juga global. Pasar di internet tidak lagi dibatasi geografis. Target market perusahaan diseluruh dunia adalah semua
orang yang telah menggunakan internet. Bagi perusahaan, berdagang lewat internet sangatlah
menguntungkan. Begitu pula dengan pelanggan, lewat internet, pelanggan menemukan akses langsung ke produsen sehingga biaya otomatis dapat ditekan. Pemanfaatan internet dalam bisnis juga mengakibatkan proses bisnis berlangsung cepat.
Sepertinya isi dari artikel jurnal ini tidak koheren dangan judulnya. Seharusnya dibahasa lebih jauh tentang “perjalanan” dari e-commerce di Indonesia. Dimulai dari sejarahnya, perkembangan awal, bagaimana e-commerce masuk di Indonesia dan saat ini bagaimana keadaan e-commerce di Indonesia.
Artikel jurnal ini dikutip dari www.sentralweb.com tanggal 20 Mei 2009.
Add a comment June 29, 2009
PENELITIAN E-COMMERCE
E-Commerce didefinisikan sebagai pemanfaatan teknologi internet dalam perdagangan. Dengan demikian e-Commerce berkembang karena dipicu oleh perkembangan pesat dalam bidang elektronika, khususnya di bidang informasi dan komunikasi elektronik.
Electronic Commerce (e-Commerce) sangat mendukung dalam peningkatan, pengembangan, suatu perusahaan. Dengan adanya e-commerce akan dapat memberikan suatu kelayakan bagi pihak manajemen dalam memproses berbagai sumberdaya yang digunakan. Diantara sumberdaya tersebut, e-commerce merupakan pendukung manajemen dalam proses pemasaran untuk mencapai tujuan. Hal tersebut dikarena e-commerce dapat merubah bentuk pelayanan yang semula harus datang langsung ke suatu instansi yang dituju ataupun melalui via telepon, tapi sekarang menjadi pelayanan yang on-line disetiap waktu dimanapun berada sehingga dapat memudahkan dalam menangani segala transaksi. Tampilan media e-commerce menjadikan pelanggan dapat leluasa melihat segala aktivitas yang dilakukan oleh sebuah perusahaan dalam memasarkan produknya. Pemasaran terbentuk karena adanya aset yang unik sehingga menjadi sebuah jaringan pemasaran yang terdiri dari perusahaan dan pemercaya (stake horder) pendukung, karyawan, pemasok distribusi, pengecer, agen periklanan dan sebagainya seiring dengan langkah perusahaan membangun hubungan timbale balik yang saling menguntungkan. E-commerce dengan manajemen perusahaan sangat erat kaitannya, karena disini e-commerce berperan sebagai sarana pendukung pemasaran untuk menyampaikan informasi demi mencapai tujuan.
Penggunaan e-commerce di Indonesia masih sangat terbatas. Berdasarkan survey awal masih relatif sedikit perusahaan yang menggunakan e-commerce sebagai sarana untuk kepentingan bisnis. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dikaji tentang motif serta manfaat yang dirasakan oleh perusahaan yang telah menerapkan penggunaan e-commerce dalam kepentingan bisnis. Melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas tentang motif perusahaan dalam menggunakan e-commerce. Temuan ini sangat penting terutama dalam upaya memberikan informasi yang lebih jelas tentang dasar pertimbangan dalam menggunakan e-commerce dan memanfaatkannya sebagai sarana keunggulan bersaing.
Perdagangan elektronik atau yang lebih dikenal sebagai e – commerce semakin marak akhir – akhir ini. Lebih dari 80% perusahaan yang masuk dalam Fortune 500 memiliki website di internet. Perusahaan – perusahaan itu berlomba – lomba untuk memasarkan produk mereka melalui internet. Agar perusahaan bisa memenangkan persaingan, tentunya dibutuhkan website dengan kemudahan penelusuran data dan cara pemesanan.
Guna memanfaatkan kemajuan teknologi guna menunjang keunggulan dari suatu perusahaan harus dilakukan dengan ebijakan yang terfokus pada metode pemasaran pada perusahaan, salah satunya yaitu dengan melalui e-Commerce. ehubungan dengan itu, pelaku bisnis dalam perusahaan cenderung ingin mendapatkan pemasaran yang efektif dan efisien sebagai sarana informasi dalam transaksi.
Sejalan dengan cepatnya perkembangan bidang teknologi, perusahaan-perusahaan makin dipacu untuk menggunakan teknologi yang maju sebagai senjata untuk tetap survive dan memenangkan persaingan yang kian hari terasa ketat dan keras. Akhir-akhir ini penggunaan internet yang menjurus kepada cyberspace kelihatannya akan mendominasi seluruh kegiatan di atas permukaan bumi di masa kini dan masa datang dan secara umum akan berubah menjadi alat untuk persaingan antara perusahaan yang satu dengan yang lainnya Ini pun akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap perusahaan. Dampak pada aspek persaingan adalah terbentuknya tingkat kompetisi yang semakin tajam. Globalisasi ekonomi juga membuat perubahan menjadi konstan, pesat, radikal, serentak, dan pervasif. Sehingga perusahaan harus memiliki kemampuan yang cepat untuk beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi sehingga perusahaan akan mampu bersaing dengan para kompetitornya. Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut “information age” ini, media elektronik menjadi salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis.
Manfaat daripada E-commerce adalah :
Manfaat dari e-Commerce bagi konsumen diantaranya dapat melayani transaksi 24 jam hamper disetiap lokasi, memberikan banyak pilihan pada pelanggan, menyediakan produk yang tidak mahal dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan pembandinagn secara tepat, pengiriman menjadi cepat, partisipasi dalam pelayanan maya (virtual action), dapat berinteraksi denagn pelanggan lain dan memudahkan persaingan.
Manfaat e-Commerce bagi masyarakat diantaranya dapat memungkinkan untuk bekerja dirumah, terbatasnya jumlah barang yang dijual, dapat menikmati produk atau jasa yang susah dipasarkan, memfasilitasi layanan public seperti perawatan, kesehatan, pendidikan dan lain-lain. Dengan adanya berbagai keuntungan e-Commerce, maka terdapat pula keterbatasan dalam kategori teknis dan nonteknis. Keterbatasan Teknis, meliputi:
Adanya kekurangan sistem keamanan, kehandalan, standard dan beberapa protokol komunikasi.
- Adanya bandwidthtelekomunikasi yang tidak mencukupi.
- Adanya pengembangan perangkat lunak masih dalam tahap perkembangan dan berubah dengan cepat.
- Sulit menyatukan perangkat lunak internet dan e-commerce dengan aplikasi dan database yang ada sekarang ini.
- Vendor-vendor kemungkinan perlu server web yang khusus serta infrastruktur lainnya selain server jaringan.
- Beberapa perangkat lunak e-Commerce mungkin tidak cocok bagi hardware tertentu
DAFTAR PUSTAKA
- Jurnal oleh Dina Maulina, 2004, E-Commerce Sebagai Pendukung Pemasaran Perusahaan, Penulisan Ilmiah STMIK AMIKOM Yogyakarta
- Jurnal olehNurrahman Adi Putra, 2006, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan (Trust) di Sistem E-Commerce, khususnya Perceived Reputation dan Structural Assurance, Skripsi Universitas Airlangga.
- http://google.com
- http://jurnalskripsi.com
- http://one.indoskripsi.com
Add a comment June 29, 2009
Reputasi, Kepercayaan, dan Loyalitas Konsumen pada E-Commerce
Internet telah menjadi kebutuhan sebagian manusia di dunia. Apalagi dengan hadirnya e-commerce sebagai salah satu bentuk perdagangan yang relatif baru. Masyarakat semakin termudahkan dan terbantu karena e-commerce menawarkan fleksibilitas yang lebih besar, pencapaian pasar yang lebih luas, struktur biaya yang lebih murah, transaksi yang lebih cepat, lini produk yang lebih luas, dan kenyamanan serta kustomisasi yang lebih luas pula. Namun, karena kemudahannya itulah, maka konsumen pun semakin mudah untuk membandingkan penawaran yang ada dari para penjual di seluruh dunia. Akibatnya, terjadi persaingan harga yang ketat dan memudarnya loyalitas terhadap merk.
Berbicara tentang loyalitas konsumen di bisnis on-line, tentunya tidak terlepas dari reputasi dan kepercayaan pelanggan. Dalam studi yang dilakukan Stephen S.Standifird tentang Reputation and E-commerce, studi pada situs ebay.com, didapatkan hasil sebagai berikut:
- saat melaksanakan e-commerce, penjual dengan reputasi positif lebih tinggi dari penjual lain cenderung tidak bisa menjual barangnya lebih mahal dari yang reputasi positifnya lebih rendah.
- Penjual dengan reputasi negative lebih tinggi, akan terpaksa menjual barangnya lebih murah dari penjual yang reputasi negatifnya lebih rendah.
- Reputasi negative lebih berefek terhadap kemampuan perusahaan menjual produk daripada reputasi positif.
Hasil tersebut tentunya sedikitbanyak menunjukkan bahwa reputasi berhubungan dengan kepercayaan pelanggan. Konsumen dalam e-commerce tidak mudah percaya dan tidak mudah menjadi loyal, bila kita amati hasil penelitian di atas. Sehingga, dengan sedikit saja reputasi negative, maka dapat berdampak luar biasa bagi penjualan produk. Sedangkan dengan terjadinya peningkatan reputasi positif, dampaknya tidak terlalu signifikan pada penetapan harga yang bisa dihubungkan dengan loyalitas konsumen. Hal ini menunjukkan sikap skeptis dari konsumen.
Kepercayaan, yang didefinisikan sebagai kesediaan seseorang untuk menjadi terbuka dan menjadi mudah ‘diserang’ oleh pihak yang berhubungan, meningkatkan kecenderungan bahwa ia bersedia untuk terlibat dalam perilaku mempercayai. Dalam e-commerce, yang menentukan kepercayaan konsumen ini tidak hanya faktor dari dalam diri konsumen seperti disposisi terhadap kepercayaan itu sendiri, atau faktor dari perusahaan seperti reputasinya. Tapi juga faktor teknologi, seperti kualitas dari websitenya, kepastian secara structural, dan kenormalan situasional situs. Dengan menumbuhkan kepercayaan konsumen, maka para e-vendor pun dapat menggaet loyalitas konsumen terhadap merk mereka.
Namun, apakah loyalitas pelanggan pada online vendors dibangun atas dasar yang sama dengan loyalitas pelanggan pada pasar non-internet? Menurut David Gefen dalam Customer Loyalty in E-Commerce, loyalitas pelanggan pada suatu online vendor didasari oleh beberapa aspek yang sama dengan loyalitas pelanggan pada pasar non-internet, yaitu kualitas dari pelayanan dan kepercayaan dari pelanggan.
Menurut Srini S.Srinivasan, Rolph Anderson, dan Kishore Ponnavolu dalam jurnalnya Customer loyalty in e-commerce: an exploration of its antecedents and consequences, e-loyalty adalah sikap menyukai dari konsumen terhadap e-retailer yang mengakibatkan perlaku pembelian berulang. Dari penelitian tersebut, didapat bahwa faktor kustomisasi, interaktivitas kontak, pengelolaan, kepedulian, komunitas, pilihan, dan karakter dalam suatu website e-commerce, berhubungan positif dengan e-loyalty. Adapun e-loyalty berhubungan negative dengan pencarian alternative oleh konsumen, dan berhubungan positif dengan word of mouth yang positif dan kesediaan untuk membayar lebih. Apabila dihubungkan dengan penelitian sebelumnya tentang reputasi, maka dapat disimpulkan bahwa reputasi memang mempengaruhi kepercayaan konsumen, namun belum cukup untuk membangun sebuah loyalitas konsumen, sehingga perusahaan dengan reputasi positif lebih tinggi belum tentu bisa membuat konsumennya mau membayar lebih untuk produknya.
Daftar Pustaka
Gefen, David (2002), Customer Loyalty in E-Commerce, Journal of the Association for Information Systems Volume 3d 2002, p. 2 P51
Srini S.Srinivasan ,Rolph Anderson ,Kishore Ponnavolu (2002), Customer loyalty in e- commerce: an exploration of its antecedents and consequences, Journal of Retailing 78 2002, p41–50
Stephen S.Standifird (2001), Reputation and e-commerce: eBay auctions and the asymmetrical impact of positive and negative ratings ,Journal of Management 27 (2001), p279-295
Yu-Ting Caisy Hung , Wei-chang Kong (2006), Modeling Initial and Repeat Online Trust in B2C E-commerce, Proceedings of the 39th Hawaii International Conference on System Sciences – 2006
YannisBakos (2001), The Emerging Landscape for Retail E-Commerce, The Journal of Economic Perspectives,Vol.15,No.1.(Winter,2001), pp.69-80.
Add a comment June 29, 2009
Bankers’ Perspectives on Internet Banking
Isi dari Jurnal ini adalah untuk mengukur strategi dan operasional dari website yang berbasis bank. Website ini memberikan manfaat untuk customer dan bank, serta mempertimbangkan kunci dari teknologi. Hasil penelitian menyatakan bahwa mulai muncul tempat- hanya sebagian kecil dari website yang berbasis bank untuk customer dan manfaat dari internet banking masih akan diwujudkan oleh banyak bank. Di sisi lain, banyak bank yg percaya bahwa menyediakan servis untuk customer di ekonomi yang baru adalah perlu untuk bertahan dan wajib untuk bertahan. Ada beberapa responden yang mengatakan bahwa apabila ssebuah bank tidak menyediakan e-transaction maka bank tersebut akan kehilangan customer, dimana customer akan pindah ke pesaing yang memiliki fasilitas e-transaction tersebut. Persepsi ini didukung dengan adanya fakta bahwa besar persentase bank yang sekarang ini tidak memiliki web berbasis bank (web-based banking) akan melakukan atau membuat web berbasis banking tersebut di masa yang akan dating dalam waktu dekat. Manfaat lain dari internet banking adalah mempengaruhi public tentang keunggulan bank tersebut, serta menambah reputasi dari bankitu sendiri.
Dengan bank yang memiliki web berbasis bank akan memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Yaitu transaksi yang dilakukan dengan menggunakan e-transaction biayanya akan lebih rendah atau dibawah standar dari bank-bank yang tidak menggunakan e-transaction tersebut, kemudian internet banking memberi fasilitas lebih yang didasari dari bank yaitu dengan adanya servis pelengkap, yaitu asuransi, brokerage service, pergadaian yang berada diwebsite tersebut. Pendapatan yang didapat dari servis ini, akan menjadi bonus yang nantinya diberikan ke bank. Kemudian yang ketiga adalah peluncuran yang cukup sukses untuk servis yang diberikan kepada E-Commerce yang menggunakan transaksi secara online, dapat menggunakan servis dari bank yang melayani tentang e-transaction.
Add a comment June 29, 2009
Kualitas Layanan Internet Banking Encounter di Yordania
Abstrak
Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi kualitas layanan internet banking di Yordania, dan untuk mengidentifikasi dimensi kualitas yang harus ditingkatkan atau berkelanjutan, untuk mencapai tujuan ini. Bank yang menggunakan situs web dievaluasi dengan menggunakan metode evaluasi (QEM), evaluasi dari bank ’situs web dilakukan pada Maret 2008 untuk enam belas ritel bank di Yordania, hasil yang ditunjukkan bank di Yordania telah signifikan positif menemukan kualitas layanan perbankan internet memajukan bank. Situs web yang kaya konten dan signifikan dalam navigasi, namun kecepatan download halaman muka situs web dan aksesibilitas harus dikembangkan di masa mendatang.
PENDAHULUAN
Pengguna internet perbankan telah meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir oleh bank ritel di Yordania; jumlah bank mengadopsi internet perbankan pada tahun 2003 adalah dua (Awamleh, 2003), tetapi pada 2008 jumlah meningkat menjadi enam belas sebagai Tanggapan untuk perubahan kebutuhan pelanggan (Siam, 2006), dengan sendirinya bank di Yordania harus fokus pada penyediaan layanan yang lebih baik dari kualitas untuk menghadapi mereka pelanggan sebagai hasil dari dampak menghadapi ingatan kualitas pada pelanggan (Wakefield, 1996; dan Reimer dan Kuehn, 2005).
Meskipun adopsi internet perbankan masih baru di Yordania, beberapa bank memiliki posisi kompetitif di timur tengah dan Afrika; menurut Trajhova (2005), Yordania Bank Indonesia adalah salah satu yang terbaik konsumen internet perbankan selularnya di Timur Tengah dan Afrika, hal ini juga menjadikannya bank yang terbaik dalam pembayaran tagihan, juga dilaporkan oleh Keeler (2007), dan Standard Chartered di Yordania adalah yang terbaik di perusahaan dan institusi perbankan internet pada tahun 2007.
TINJAUAN PUSTAKA
Awal adopsi internet perbankan di Yordania telah muncul pada tahun 2000 oleh dua bank lokal; bank Arab, Yordania dan Kuwait Bank (Siam, 2006); selama periode 2001-2003 bank di Yordania belum sepenuhnya memanfaatkan konsep perbankan di web dibandingkan pasar internasional seperti Amerika Serikat.
Selama periode ini sebagai disurvei oleh Awamleh dkk. (2003), jumlah bank di Yordania melakukan transaksi online, hanya dua bank yang ditawarkan sejumlah layanan melalui web mereka, tidak ada bank Jordanian menawarkan layanan online atau membuka rekening di baris investasi aplikasi layanan, situs web yang digunakan sebagai informasi terutama kelembagaan informasi rinci, informasi promosi, lokasi cabang dan informasi lengkap mengenai luas direksi, rincian kontak, dan informasi tentang acara khusus yang disajikan di situs web.
Terbatasnya aplikasi internet perbankan dalam periode ini mencerminkan terbatasnya mengadopsi internet perbankan di Timur Tengah, menurut Gurn dkk. (2003) internet perbankan di Timur Tengah pada tahun 2003 masih dalam tahap di mana masa pertumbuhan penggunaan internet sangat terbatas. Pada tahun 2001 hanya 18 dari 100 atas bank di Timur Tengah memiliki kemampuan transaksi online seperti dilaporkan oleh Southwell (2001).
Namun bank-bank di Timur Tengah pada umumnya dan khususnya Yordania diarahkan selama beberapa tahun terakhir menuju lebih mengadopsi teknologi baru dan memperluas penggunaan internet perbankan sebagai respon untuk kebutuhan pelanggan, menurut Southwell (2001) 20% dari pelanggan di Mudah tengah akan meninggalkan bank jika mereka tidak akan beralih ke online banking.
Selain itu menurut survei internet perbankan di Yordania dilakukan oleh Siam (2006); bank untuk mengadopsi internet untuk mencapai posisi yang kompetitif dan sebagai respon terhadap perubahan kebutuhan pelanggan terhadap biaya rendah dan lebih cepat transaksi.
Adopsi internet perbankan di Yordania telah meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir, jumlah bank mengadopsi internet perbankan meningkat dari dua bank pada tahun 2000 menjadi empat belas bank pada 2008 dari 23 bank yang bekerja di Yordania.
Meskipun baru-baru ini adopsi internet perbankan di Yordania, beberapa bank memiliki posisi kompetitif di timur tengah dan Afrika; menurut Trajhova (2005), Yordania Bank adalah salah satu yang terbaik konsumen internet selular perbankan di Timur Tengah dan Afrika, hal ini bank yang terbaik dalam pembayaran tagihan, juga dilaporkan oleh Keeler (2007), dan Standard Chartered di Yordania adalah yang terbaik di perusahaan dan institusi perbankan internet pada tahun 2007.
Dengan demikian sebagai akibat dari perkembangan internet perbankan ritel adopsi oleh bank-bank di Yordania, informasi lebih lanjut tentang kualitas layanan menghadapi atau situs web adalah sangat penting bagi para peneliti dan praktisi serupa, sesuai dalam konteks penelitian situs web bank di Yordania telah dievaluasi dengan menggunakan metode evaluasi kuantitatif (QEM), untuk meminimalkan subyektif evaluasi situs web atribut seperti yang diusulkan oleh Evans dan King (1999); beberapa peneliti sebagai Evans dan King (1999), Olisna dkk. (1999), Mateos dkk. (2001) dan Miranda dkk. (2006) yang digunakan di situs web kuantitatif metode evaluasi (QEM) sebagai sebuah pendekatan untuk menilai kualitas artifact, proses (QEM) adalah; categorizing, mengidentifikasi faktor, mengidentifikasi beban, peringkat faktor-faktor, dan mengidentifikasi total kualitas indeksnya.
METODOLOGI DAN DESAIN PENELITIAN
Metodologi dalam makalah ini adalah survei kuantitatif deskriptif metodologi, sama seperti yang diusulkan oleh Evans dan King (1999), Olisna dkk. (1999), Mateos dkk.(2001) dan Miranda dkk. (2006), sehingga keandalan data yang akan diperbaiki.
Sampel:
Daftar penduduk dikenalpasti oleh Bank Yordania Masyarakat dari Direktori (2008), ini adalah direktori web yang berorientasi memungkinkan peneliti untuk mengakses situs perbankan, jumlah bank ritel di Yordania mengadopsi internet perbankan adalah 16, yang termasuk dalam sampel penelitian.
Pendataan Metode dan Teknik:
Total ada 16 bank website di Yordania yang dipantau langsung oleh para peneliti selama Maret 2008, dan dinilai berdasarkan indeks website.
Situs web yang telah dievaluasi dengan menggunakan situs web kuantitatif metode evaluasi (QEM), metode ini telah digunakan oleh beberapa peneliti sebagai Evans dan King (1999), Olisna dkk. (1999), Mateos dkk. (2001) dan Miranda dkk. (2006), menurut Evans dan King (1999) web penilaian alat memiliki lima komponen utama: kategori, faktor, beban, dan total skor penilaian.
Langkah pertama: adalah memilih kategori yang sangat penting untuk efektivitas situs web. Empat kategori umum yang dipilih sebagai dasar untuk kualitas situs web adalah: akses, kecepatan, dan dpt konten situs, kategori ini adalah kategori yang sama yang digunakan oleh Mateos dkk. (2001) dan Miranda dkk. (2006).
Langkah kedua: faktor utama dalam setiap kategori yang dipilih berdasarkan studi sebelumnya.
Langkah yang Ketiga: mengembangkan situs web indeks; melakukannya weights ditugaskan kategori dan faktor (total bobot adalah 100); beban yang diberikan sama dengan bobot yang dikembangkan oleh Miranda dkk. (2006)
Langkah keempat: setelah menetapkan harga yang berbeda untuk kategori ‘faktor menurut skala 0-100 poin’ maka harga dikali dengan bobot, dan kualitas indeks untuk setiap bank akan computed oleh summing kategori indeks.
ANALISIS DATA metode dan teknik
Contoh satu t-test digunakan untuk mengidentifikasi pentingnya kualitas internet kualitas layanan perbankan ritel bank di Yordania (yang penting adalah tingkat α <0.05), dan satu Sampel Kolmogorov-Smirnov tes digunakan untuk memeriksa keadaan yg biasa dari data sebelum melakukan t-test, paket Microsoft Excel 2003 telah digunakan untuk menghitung indeks di internet perbankan mengalami kualitas layanan, lebih Statistik Paket Ilmu Sosial (SPSS) versi 12 telah digunakan untuk melakukan t-tes
HASIL DAN DISKUSI
Rata-rata Wai (Web penilaian indeks) dari bank ritel di Indonesia adalah 71,69 dan signifikan (P-value 0,000), yang menunjukkan bahwa kualitas layanan perbankan internet mengalami positif yang signifikan; pemimpin kualitas layanan internet di bank adalah Ahli bank Yordania dan Arab Bank, dan penyorot dari bank Nasional Bank Indonesia, sehingga penyorot bank di Indonesia dapat memperoleh manfaat dari pengalaman pemimpin bank lain.
Selain itu dimensi content layanan mendapatkan kualitas positif yang signifikan (P-Value 0,000), pemimpin bank yang di dpt adalah HSBC Ahli Yordania, Arab bank, bank ABC, Blom bank, dan bank SGBJ, dan para pemimpin bank konten yang di Perumahan Bank, Jordan Kuwait Bank dan Bank Indonesia, di sisi lain kecepatan akses dan kualitas yang di bawah rata-rata (7.5) namun tidak signifikan, sesuai dengan keprihatinan harus mengembangkan dimensi ini di masa mendatang, kecepatan dapat dikembangkan oleh penurunan ukuran halaman rumah, dan aksesibilitas yang dapat dikembangkan oleh peningkatan jumlah link internal dan eksternal juga memperbaiki situs web dengan mesin pencari Google.
Website bank kaya informasi dalam konten lebih dari dimensi lainnya, yang kedua adalah dimensi komunikasi dan yang ketiga adalah transaksi, semua enambelas bank menyediakan rekening online dan membayar kartu layanan, berikutnya layanan yang diberikan adalah transfer dana, frekuensi adalah 15 dari enam belas bank, diikuti oleh pembayaran tagihan, frekuensi adalah pembayaran tagihan, frekuensi sebesar 12 dari 16, namun tidak ada bank yang memberikan pembayaran pajak, hasil yang ditunjukkan kepada advancements isi bank situs web dibandingkan dengan ilmu Awamleh (2003).
KESIMPULAN
Kajian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi kualitas layanan internet banking yang mengalami ritel bank di Yordania, dan untuk mengidentifikasi dimensi kualitas yang harus ditingkatkan atau berkelanjutan; hasilnya menunjukkan bahwa kualitas layanan perbankan internet mengalami adalah signifikan positif, yang paling penting adalah kualitas dimensi dpt dan konten, bank situs web yang kaya dalam informasi konten lebih dari dimensi lainnya, yang kedua dimensi adalah komunikasi dan yang ketiga adalah transaksi, hal ini ditunjukkan dengan hasil advancements isi bank situs web dibandingkan dengan ilmu Awamleh (2003), juga kecepatan dan navigasi dimensi perlu dikembangkan di masa depan oleh penurunan ukuran halaman rumah, meningkatkan jumlah internal dan eksternal link terpasang dengan situs web, meningkatkan lebih lanjut sesuai dengan persyaratan peringkat mesin pencari Google.
Add a comment June 29, 2009